Minggu, 24 Juni 2012

PAPER SAMPAH


SAMPAH MENJADI PENYEBAB MASALAH


Abstrak
Kota merupakan bagian dari suatu wilayah yang digunakan sebagai pusat aktivitas manusia. Dimana di dalam wilayah tersebut terdapat banyak kegiatan. Di dalam pembentukan sebuah kota dibutuhkan beberapa aspek yang dapat mendukung terciptanya kota tersebut seperti masyarakat, pemerintahan dan lain-lain. Selain itu, di dalam sebuah kota juga terdapat beberapa aspek yang negatif. Sehingga dapat menyebabkan masalah serta kerugian bagi masyarakat dan lingkungan perkotaan.

1.       Pendahuluan
Keseimbangan ekosistem merupakan salah satu aspek yang dibutuhkan untuk membangun lingkungan yang seimbang dan sesuai dengan yang direncanakan.  Indonesia merupakan salah satu wilayah yang banyak memiliki penduduk. Selain itu, Indonesia merupakan salah satu wilayah agraris yang terdiri dari banyak perairan (laut, sungai dan danau). Oleh karena itu, banyak penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan.
Tingginya tingkat populasi manusia yang ada di Indonesia dan banyaknya perairan, maka hal ini dapat menyebabkan beberapa permasalahan yang akan terjadi di wilayah Indonesia. Salah satu masalah yang disebabkan oleh manusia yaitu masalah sampah yang dihasilkan oleh kegiatan manusia. Sehingga, hal ini dapat membuat ketidakseimbangan ekosistem yang ada di Indonesia.

2.       Isu Permasalahan
Masalah lingkungan yang akhir-akhir ini terasa semakin kompleks, rumit, dan semakin mendesak untuk segera diselesaikan. Masalah yang ada di Indonesia salah satunya yaitu masalah pencemaran lingkungan seperti masalah sampah. Tingkat kepadatan penduduk yang tinggi merupakan salah satu penyebab banyaknya terjadi permasalahan limbah yang bentuknya beragam.Banyaknya sampah yang ada di Indonesia membuat menurunnya daya dukung lingkungan sehingga regenerasi dari sampah tersebut menjadi tidak sempurna dan sampah tersebut justru menjadi limbah yang merugikan bagi lingkungan. Banyaknya sampah membuat berkurangnya tanah yang akan digunakan sebagai lahan untuk pembuangan sampah. Oleh karena itu, semakin banyak sampah yang dibuang ke sungai atau di sembarang tempat.  Dengan banyaknya sampah yang dibuang di sungai mengakibatkan air yang tidak mengalir dengan lancar, rusaknya ekosistem sungai akibat zat-zat yang berbahaya. Diindikasikan juga bahwa pemanasan global disebabkan oleh pembakaran sampah yang menghasilkan zat CH4 yang apabila terbawa ke atmosfer dapat merusak lapisan ozon.

3.       Pembahasan
Banyaknya masalah yang ada saat ini mempunyai banyak penyebab, seperti keegoisan manusia yang selalu mengkonsumsi barang-barang yang dapat menjadi limbah di lingkungan.  Saat ini, masalah ini merupakan salah satu masalah pokok yang banyak terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Surabaya merupakan contoh wilayah yang mempunyai permasalahan karena sampah.
Banyaknya sampah ini menjadi paradigma permasalahan bagi Kota Surabaya. Pengelolaan sampah yang masih menggunakan metode pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir  harus dirubah karena kesulitan untuk mendapatkan tempat yang akan digunakan sebagai pembuangan akhir seiring dengan semakin beragamnya jenis sampah yang ada.  Proses penanganan sampah yang baru harus berbasis pengurangan dan pemanfaatan sampah (minimalisasi sampah). Minimalisasi sampah aadalah upaya untuk mengurangi volume, konsentrasi, toksisitas, dan tingkat bahaya limbah yang berasal dari proses produksi dengan reduksi dari sumber/pemanfaatan limbah.  Keuntungan dari metode ini yaitu dapat meningkatkan efisiensi pengolahan sampah, mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir dan terciptanya peluang usaha. Upaya dasar yang tercakup di dalam metode minimalisasi ini dikenal dengan 3R, yaitu reduce (pengurangan), reuse (memakai kembali), dan recycle (mendaur ulang).
UU No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah yang berlandaskan pada prinsip-prinsip 3P yaitu peningkatan pendayagunaan aparat (PPNS), prasarana dan sarana penegakan hukum serta pengembangan Jejaring Penegakan Hukum Lingkungan. Berdasarkan UU tersebut, diharapkan Pemerintah mampu untuk menyiapkan tempat sampah yang terdiri dari 3 warna yaitu kuning (sampah anorganik), hijau (sampah organik), dan merah (sampah beracun). Sehingga metode pemisahan sampah tersebut dapat mempermudah pengelolaan sampah yang akan dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan ini.

4.       Penutup
Sampah merupakan salah satu masalah yang semakin kompleks di Indonesia. Meningkatnya jumlah sampah dan semakin beragamnya jenis sampah menyebabkan sampah sulit untuk pengelolaannya. Sehingga diperlukan usaha yang keras untuk dapat mengatasi masalah ini. Kerja sama dari pemerintah dan masyarakat juga diperlukan untuk dapat mengatasi masalah ini. Salah satu usaha yang dapat dilakukan yaitu mengubah cara pengelolaan sampah dari yang menggunakan metode pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir menjadi metode pengurangan dan pemanfaatan sampah (minimalisasi sampah).

5.       Daftar Pustaka
http://sosbud.kompasiana.com/2010/04/18/masalah-sampah-dan-lingkungan-perkotaan






Tidak ada komentar:

Posting Komentar